Dengan Berpuasa Membunuh Sel Kanker | MalangBisnis | Media Partner Bisnis Anda

MALANG-BISNIS.com - Sejuta manfaat bisa didapat dari aktivitas berpuasa. Dampak positif berpuasa tidak hanya pada pengendalian emosi, tetapi juga pada sisi kesehatan.
Beberapa manfaat puasa dari sisi medis antara lain menjaga kadar gula darah dalam tubuh, mencegah tumor, dan menyehatkan pencernaan. Manfaat positif berpuasa lainnya yaitu, meningkatkan efektivitas kerja obat pada pasien yang di kemoterapi.

Menurut penelitian, berpuasa meningkatkan kerja obat untuk melenyapkan sel kanker dan melindungi sel tubuh yang sehat dari kerusakan. Penelitian tersebut diungkapkan dalam Proceedings of the National Academy of Sciences, seperti Malang-Bisnis.com kutip dari webmd.com.


Kesimpulan tersebut didapatkan setelah para peneliti melakukan percobaan pada tikus yang berpuasa selama dua hari setelah menjalani kemoterapi. Hasil percobaan menunjukan, berpuasa melindungi tikus dari racun yang berasal dari obat-obatan dosis tinggi yang diberikan saat kemoterapi. Lalu, meskipun berat badan tikus menurun, tetapi setelah tidak lagi berpuasa, barat badannya kembali normal.

Peneliti mengungkapkan saat proses kemoterapi, yang lenyap bukan hanya sel-sel kanker tetapi juga bisa melenyapkan sel-sel yang masih dalam keadaan sehat. Dengan berpuasa selama beberapa hari, sel yang masih sehat bisa terlindungi dan pengobatan dapat berjalan dengan efektif karena hanya terfokus pada sel-sel kanker yang membahayakan. 

Dalam laporan penelitian juga diungkapkan efek dari rasa lapar pada sel kanker dan sel normal. Yaitu, rasa lapar berhubungan dengan respon sel, dan membuat sel sehat 1000 kali lebih terlindungi.

"Yang terpenting, percobaan secara konsisten menunjukkan bahwa sel yang masih sehat pada tubuh tikus yang berpuasa terlindungi dari kerusakan," kata salah satu peneliti, Valter Longo, PhD, dari University of Southern California.

Respon tubuh terhadap rasa lapar saat berpuasa inilah, membuat sel yang masih sehat terlindungi dari racun yang berasal dari obat dosis tinggi yang diberikan saat kemoterapi. Peneliti juga menambahkan butuh penelitian lebih lanjut untuk melihat respon pada sel tubuh manusia.(MB-12)

***

Tidak ada komentar:

Posting Komentar