MalangBisnis.com - Ingin mengusir stres? Menurut penelitian, banyak tindakan harian sederhana yang bisa menghilangkan stres. Menyetrika salah satunya. Apalagi kegiatan lainnya?

Menyetrika pakaian
Ya, kita semua tahu, menyetrika bukanlah pekerjaan favorit semua orang. Namun, ternyata, aktivitas menggerakkan suatu benda berulang,

bisa menjadi pengurang stres. Deb Shapiro, pengajar meditasi dan penulis Be the Change: How Meditation Can Transform You and the World mengatakan bahwa aktivitas tersebut mirip kegiatan meditasi.

Dalam kehidupan kita yang serbasibuk, kebanyakan kita memadati nalar dengan pikiran dan aktivitas yang beragam. Ketika kita sedang stres, kesibukan pun makin berlebihan. Hasilnya, detak jantung dan tekanan darah pun meningkat. Meditasi membantu kita lebih bisa merasakan keadaan tubuh dan atmosfer sekitar, sekaligus menyadari apa yang sedang kita lakukan. Bahkan kegiatan menghirup dan menghembus napas, bisa membantu meredakan kesibukan dan keributan yang ada di dalam kepala kita.


Meditasi bisa diaplikasikan dalam segala kegiatan, seperti menyetrika, melipat pakaian, bahkan memotong sayuran. Saat Anda memfokuskan pikiran hanya pada apa yang sedang Anda lakukan dan kesadaran, maka aktivitas yang tadinya terlihat membosankan bisa jadi cara untuk membangun pikiran yang tenang dan bebas stres. Plus, lebih lega lagi melihat tumpukan pakaian lecek jadi rapi.

Dalam kegelapan
Sebelum hadirnya listrik dalam kehidupan, manusia terbangun saat matahari terbit dan pergi tidur saat matahari terbenam. Saat ini, seringkali kita pergi tidur dengan keadaan lampu menyala. Televisi dan layar komputer dalam keadaan menyala dekat kita. Lampu malam, tirai yang sedikit bercelah agar ada cahaya dari lampu jalanan, dan lainnya. Padahal, cahaya di malam hari akan memengaruhi kondisi fisik seseorang pula pada akhirnya. Produksi melatonin, hormon yang membantu seseorang untuk tertidur jadi terganggu saat kita tertidur dengan adanya lampu menyala. Kurangnya melatonin berarti stres yang lebih tinggi.

Saat tingkat melatonin berkurang, begitu pun kualitas tidur. Insomnia dan gangguan tidur pun terjadi. Kekurangan  waktu tidur pun bisa mengurangi kemampuan seseorang untuk menghadapi masalah harian, yang bisa berakhir pada stres, dan mengurangi imun tubuh. Saran yang bisa dilakukan adalah dengan mengurangi cahaya yang berpendar di sekitaran tempat tidur. Alternatif lain, kenakan penutup mata saat tidur.

Menyikat tubuh
Salah satu cara untuk merontokkan kotoran pada kulit adalah dengan menyikat kulit menggunakan sikat yang cukup besar dan khusus. Namun, sikat tubuh tersebut ternyata punya khasiat lain; meredakan stres. Caranya, dengan melakukan sikatan saat tubuh dalam keadaan kering, alias belum mulai mandi.

Laurie Steelsmith, dokter naturopati dan akupunkturis dari Hawaii mengatakan, bahwa menyikat tubuh yang masih dalam keadaan kering akan menstimulasi ujung saraf yang ada di kulit. Stimulasi ini akan mengaktifkan sistem saraf parasimpatetis yang bisa memberikan rasa nyaman.

Keuntungan lainnya; menyikat tubuh dengan keadaan kering akan menggerakkan kelenjar yang membawa kotoran yang ada di dalam darah ke ginjal untuk detoksifikasi. Saat tubuh seseorang dipenuhi dengan toksin, tak ayal ia akan merasa lemah, lesu, mudah marah, dan cenderung merasa pening, juga mood jelek. Makin rendah toksin dalam tubuh, makin mudah ia menghadapi stres.

Menyikat tubuh yang dalam keadaan kering di pagi dengan gerakan sirkular ke arah jantung bisa menjadi cara yang mudah untuk mengusir stres. Gunakan sikat yang cukup lembut untuk disikat pada kulit berulang, artinya tidak terlalu kasar dan merusak kulit.

Berteriak
Berteriak memang bukan kebiasaan kita sehari-hari. Namun, di awal manusia hidup, berteriak adalah suatu cara kita untuk mengekspresikan rasa frustasi. Armand DiMele, direktur DiMele Center for Psychotherapy and Counseling, menjelaskan, bahwa berteriak adalah sebuah tindakan yang melepaskan endorfin, semacam anestesi alami, serta bisa menyebabkan perubahan neurochemical, yang menjadikannya pelega stres yang ampuh.

Kadang, kita berteriak dengan spontan saat ada suatu kejadian. Tetapi, kala kita akan bersiap untuk berteriak, kita biasanya menyiapkan otot lengan, pundak, dada, wajah, dan kepala dengan membuatnya jadi tegang. Ketegangan pada otot ini mirip saat seorang petinju akan bersiap meninju lawannya. Saat kita berteriak, kita akan melegakan ketegangan tersebut.

Anda tak perlu lapangan luas untuk berteriak kencang. Anda bisa berteriak sekencangnya sambil menutup wajah dengan bantal. Berteriak selama 10 detik bisa membantu melegakan ketegangan Anda, lho, asal jangan terlalu ribut dan mengganggu orang lain, ya.(MB-8)


***

Sumber : KOMPAS


Dilihat sebanyak :
Follow Twitter @MalangBisnisCom















Baca MalangBisnis.com dari mana aja, tersedia versi mobile, Buka dari HP mu...




Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 

Membuat Web Langsung Jadi ? INDO9.COM