Melukis di Atas Langit | MalangBisnis | Media Partner Bisnis Anda
MALANG-BISNIS.COM - ARTIKEL TRAVELING - Bagaikan berada di dunia mimpi. Hal inilah yang mungkin terlintas di benak sebagian orang ketika berkunjung ke Wat Rong Khun atau White Temple di Chiang Rai, Thailand. Jika Anda berencana ke Thailand, cobalah singgah ke tempat ini dan siap-siaplah terkesima melihat pesona kuil putih berhiaskan kaca yang bersinar.

Di negara Thailand, Anda memang akan menjumpai berbagai macam jenis kuil. Mulai dari yang kecil hingga yang besar. Namun, jika ingin merasakan sensasi kuil yang lain dan luar biasa, Wat Rong Khun wajib masuk daftar jelajah Anda.

Chalermchai Kositpipat adalah seniman di balik keindahan kuil ini. Seniman nyentrik ini mendonasikan semua kekayaannya demi "melukis di atas langit" alias membangun kuil, tanpa bantuan dana dari siapa pun. Dulunya, ia adalah pelukis seni Buddhist yang terkenal dan kaya. Namun, segala kemewahan dunia tak membuatnya terlena, hingga akhirnya ia kembali ke tanah kelahiran dan membangun Wat Rong Khun.
Pada tahun 2009, ketika usia Chalermchai mendekati 54 tahun, kuilnya telah dikunjungi sekitar lebih dari 5 juta orang dan 200 ribu di antaranya adalah turis asing. Sejak itu, kuil ini kerap menjadi tujuan wisata turis asing.

Interior kuil ini sendiri terbagi menjadi tiga zona, yaitu The Buddhavasa tempat disimpannya relik Buddha dan Bridge of Bliss; The Sanghavasa, tempat tinggal para biksu Buddha; dan The Gharavasa, yaitu tempat tinggal orang awam yang terdiri dari galeri seni, toilet emas, dan tempat ceramah yang besar.

Putih dan emas
Menariknya, Chalermchai memilih menggunakan warna putih untuk kuil, sedangkan warna emas untuk toilet. Warna putih ia pilih untuk kuil karena putih melambangkan kesucian Budhha. Sementara, pecahan kaca yang bersinar melambangkan ajaran Buddha yang mengajarkan manusia untuk lebih mendalami alam pikiran dan merefleksikan kecintaan pada sesama.

Lalu mengapa warna emas digunakan untuk toilet? Chalermchai menjawab bahwa banyak orang bodoh yang terkesima pada toilet emas, daripada kuilnya. Bahkan di antara mereka ada yang menyarankannya membuat kuil dengan warna emas.
"Sungguh bodoh. Saya sengaja membuat toilet dengan warna emas untuk mengajarkan orang jangan hanya melihat bentuk fisik luar sebagai bentuk yang sebenarnya. Anda harus melihat cahaya, kedamaian, dan kesucian dalam jiwa, baru Anda akan mengerti dhamma. Banyak orang yang mendengar pernyataan ini akan menganggap saya gila," pungkas Chalermchai. (MB-29)

ARTIKEL LAINNYA DIKATEGORI INI :
***

Tidak ada komentar:

Posting Komentar