4 Tips Mengelola Keuangan Keluarga untuk Para Ibu | MalangBisnis | Media Partner Bisnis Anda
MALANG-BISNIS.com - Beban biaya semakin menggunung. Setiap beberapa periode waktu, kebutuhan akan uang terus datang. Pengaturan keuangan yang tepat amat penting untuk menjaga agar tidak ada kesalahan dan bisa terus menjaga kelangsungan ketersediaan dana hingga lanjut nanti. Berikut adalah hal-hal seputar keuangan yang seringkali terlupakan oleh para wanita:

1. Memusatkan keuangan pada biaya kuliah anak
Para ahli keuangan sepakat, salah satu kesalahan pada pengaturan keuangan yang dilakukan pada ibu adalah lupa menyisihkan dana untuk masa tua untuk dana kuliah anak-anak. "Kebanyakan klien kami adalah orangtua yang sedang mengasuh anak-anak dengan usia belia. Biasanya, para orangtua ini tak memiliki cukup dana untuk disisihkan untuk dana di usia lanjut, tetapi terus memaksakan diri mengeluarkan uang yang banyak untuk biaya kuliah anak-anaknya," ujar Jen Smith, pemilik situs millionairemommynextdoor.com.

Menurut pengalamannya, beban keuangan yang berat adalah saat kita harus menjaga orangtua yang tak berhasil menabung untuk dana pensiunannya sendiri. Ini adalah hal yang lebih menyusahkan ketimbang harus mencari biaya untuk biaya pendidikan sendiri. Cobalah melihat dari kacamata si anak. Jadi, bagi para orangtua, akan lebih bijaksana jika Anda bisa menyisihkan dana untuk mengurus diri sendiri di masa depan dan tidak membebankan biaya hidup Anda pada anak-anak. Ini bukan hal yang egois, ini adalah salah satu cara Anda mencintai si anak, karena Anda memikirkan kepentingannya juga. Anda tak tahu penyakit apa yang bisa menghinggapi Anda di masa depan, dan Anda akan butuh dana seberapa besar untuk bisa menjaga kehidupan Anda sendiri.

2. "Suamiku yang mengurus keuangan..."
Sudah saatnya para wanita untuk ikut terlibat dalam masalah pembayaran tagihan, tabungan, dan investasi. Setidaknya, cobalah untuk duduk bersama suami Anda sekali dalam sebulan untuk mengetahui dan mempelajari keadaan keuangan keluarga Anda. Monique Honaman, penulis The High Road Has Less Traffic mengatakan, banyak wanita tak mengerti mengenai situasi keuangan keluarganya, dan hal ini akan menempatkan dirinya pada posisi yang cukup rentan jika sesuatu terjadi pada pasangannya.

"Misalkan, terjadi hal-hal yang tak dipikirkan sejak awal, misal, terjadi perceraian, mereka harus mengetahui mengenai informasi semacam ini untuk melakukan keputusan bijaksana mengenai masa depan anak-anak mereka. Ini tak hanya relevan untuk pasangan yang akan bercerai. Tetapi untuk semua pasangan suami istri. Misalkan, ketika suami meninggal mendadak, ia perlu mengetahui keadaan keuangan untuk bisa berpikir dan berpijak pada kaki sendiri, bukan clueless dan mengkhawatirkan tentang keuangan," terangnya lagi.

3. Berhemat dengan memberikan uang jajan
Uang jajan ternyata bisa menghemat keuangan keluarga. Para ahli mengatakan, bahwa ini adalah hal yang baik untuk mengajarkan anak tentang uang, termasuk mengenai belajar menabung untuk mainan mahal yang mereka inginkan. Tentunya, Anda harus membatasi uang jajan sesuai kebutuhan mereka sehari-hari secukupnya. Hal ini disarankan oleh Karyn Hodgens, pendiri Kidnexions Kids' Personal Finance Educator.

Ketika anak sudah dibatasi dengan uang jajan, mereka akan memberikan kesempatan untuk anak memikirkan seberapa ingin dan perlunya mereka akan mainan yang mereka targetkan. Belajar berkata "tidak" kepada anak adalah hal yang tak mudah, namun tetap penting. Adalah tugas para orangtua untuk mendidik anak menjadi orang yang mandiri, termasuk menjaga keuangan mereka sendiri. Ketika Anda tidak memberikan uang jajan, Anda seringkali kehilangan jejak sudah berapa banyak yang Anda keluarkan untuk jajan si anak.

4. Tidak teratur
Rumah yang tak rapi tak hanya memengaruhi kesehatan dan kewarasan pikiran, tetapi juga akan menjadi masalah untuk keuangan Anda. "Saya pernah melihat anak-anak menggunakan menggunakan pakaian yang kekecilan dengan label harga masih menggelayut di bagian belakang, menggunakan buku cerita yang sama berulang-ulang, dan harus membuang mainan yang kehilangan salah satu bagiannya," jelas Lea Schneider, konsultan organisir, Organize Right Now LLC dan penulis buku Growing-Up Organized.

"Cobalah untuk mengorganisir pakaian per ukuran agar si anak benar-benar bisa mengenakan pakaian tersebut. Hanya beli pakaian ketika mereka butuh ukuran baru untuk aktivitas tertentu, bukan karena pakaian itu terlihat manis. Beli pakaian di lorong yang sedang didiskon, dan stok barang untuk ukuran yang lebih besar, sehingga bisa dikenakan cukup lama, rawatlah pakaian itu sebaik-baiknya. Organisir mainan dan buku, ajarkan anak-anak bagaimana menghargai barang-barang tersebut setiap kali usai digunakan. Ini penting, supaya barang-barang tersebut tidak cepat rusak, dan tak harus beli lagi, lagi, dan lagi," saran Lea.

Bagaimana dengan Anda? Punya tips manjur lain untuk mengatur dan menjaga keuangan agar tidak terjebak dalam masalah keuangan di masa mendatang? Care to share?, silahkan bagi dan tulis komentar Anda...(MB-56)

***

Tidak ada komentar:

Posting Komentar