Awas...Waspada Dengan Stres Terselubung...! | MalangBisnis | Media Partner Bisnis Anda
APAKAH Anda mudah lelah atau mudah marah di tempat kerja? Apakah pekerjaan Anda lebih banyak dari orang lain? Jika jawaban atas dua pertanyaan ini berbeda, maka bisa jadi Anda terserang stres yang terselubung.


Jenis stres bisa bermacam-macam. Ada stres yang mudah sekali dideteksi ada pula yang tidak. Stres yang mudah dikenali biasanya dipicu oleh pekerjaan di kantor yang menumpuk dan tak kunjung selesai. Atau bisa juga karena tekanan pekerjaan yang berat. Akibatnya, orang tersebut akan mudah lelah dan tertekan.

Namun ada pula stres yang sulit dideteksi. Yang bisa dilihat hanya akibat yang timbul, semisal merasa selalu berpikir negatif terhadap pekerjaan dan lingkungan kerjanya serta mudah merasa lelah atau jenuh dengan pekerjaannya. Sementara soal penyebabnya, sulit dipahami atau dicari tahu.


Karena kesulitan ini, penulis Louis Barajas dalam bukunya Overworked, Overwhelmed and Underpaid, mencoba mengenali beberapa tanda yang menyebabkan seseorang mengalami kelelahan atau kejenuhan yang sangat di luar jam kerja yang panjang.


1. Berpikir serius untuk berhenti dari pekerjaan dan mencari pekerjaan baru.

2. Kesulitan menyelesaikan pekerjaan dan selalu tercekik deadline.

3. Menunda cek rutin ke dokter karena tak ada waktu atau tak ada uang.

4. Merasa tak cukup memiliki tabungan.

Menurut Barajas, stres terselubung tidaklah harus karena perilaku atasan atau rekan kerja yang menekannya, tapi efeknya setara dengan stres yang terlihat dan malah bisa menaikkan tingkat stres secara keseluruhan.


Barajas juga mengidentifikasi beberapa stres terselubung yang bisa berdampak negatif terhadap hasil kerja seseorang.

1.Membawa permasalahan ke kantor hingga ke rumah dan membiarkannya mempengaruhi kehidupan pribadi


Jika pekerjaan sudah begitu menyita waktunya, maka kehidupan pribadi pasti akan menjadi korban. Begitu juga sebaiknya, jika kehidupan pribadi begitu menyita pikiran, maka akan berdampak buruk pada konsentrasi kerja.


2.Tidak punya waktu untuk berlibur


Berlibur penting untuk mengistirahatkan pikiran. Karena itulah, jika berlibur tapi masih juga tetap bekerja di sela-sela liburan, maka tujuan liburan tetap tak tercapai. Apalagi jika perusahaan sedang mengalami penurunan pendapatan atau sedang melakukan konsolidasi, maka akan semakin sulit untuk meminta cuti berlibur.


3.Kompetisi dan gosip


Tentu saja sangat menantang jika seorang karyawan bisa mencapai tujuan kerjanya dengan baik sebelum deadline. Namun jika terlibat dalam sebuah kompetisi, itu artinya dia harus tetap waspada dan “memata-matai” saingan di kantor. Jika dia target dari rumor atau gosip, tingkatan stresnya bisa lebih tinggi lagi.


4.Merasa tidak dihargai


Banyak karyawan yang merasa tidak dihargai atas hasil kerjanya. Jangankan penghargaan atau keuntungan finansial, bahkan ucapan terima kasih kerap hilang hingga semakin membuat orang tersebut merasa tidak berguna.


Solusinya


Mengatasi masalah yang berhubungan dengan pekerjaan di saat sedang lelah dan jenuh memang sulit, tapi segera menyelesaikan masalah sangat penting untuk menyeimbangkan kembali antara pekerjaan dan kehidupan pribadi. Barajas memberikan tips untuk mengatasi stres tersebut seperti berikut ini.


1.Buat batasan yang tegas antara pekerjaan dan kehidupan pribadi


Saat bekerja di kantor, fokuskan pikiran untuk urusan pekerjaan. Namun jika sudah keluar dari kantor, lupakan urusan pekerjaan. Biasakan juga untuk tidak menerima pertanyaan atau komunikasi apa pun yang berhubungan dengan pekerjaan saat sedang berada di rumah.


2.Fokus pada sesuatu yang sedang dikerjakan


Tak cukup hanya fisik yang hadir dalam suatu waktu, tapi juga mental dan emosional. Dengan fokus pada sesuatu yang sedang dikerjakan, maka seseorang bisa memberikan hasil yang sempurna pada pekerjaan atau suatu hubungan dalam kehidupan pribadi.


3.Beristirahat


Bisa menyelesaikan banyak pekerjaan apalagi dengan hasil sempurna tentu membanggakan. Namun tetap saja yang paling penting ialah kesehatan. Pasalnya, kesehatan menjadi aset paling penting untuk melakukan segala pekerjaan. Karena itulah, berikan kesempatan pada tubuh atau diri sendiri untuk beristirahat, melakukan hobi, atau bahkan untuk tidak melakukan apa pun.


4.Tetapkan prioritas


Jika seseorang sudah merasa lelah atau terlalu banyak bekerja, itu artinya dia tidak mampu menyusun prioritas dalam hidupnya. Untuk menghindarinya, buatlah daftar tujuan, peraturan, dan nilai-nilai penting dalam hidup. Dari situ, dia bisa menjalankan hidupnya sesuai kemampuan dan keinginannya. Dengan menerapkan hal tersebut, kemungkinan bisa mengurangi rasa stres di pekerjaan dan kehidupan pribadi.(MB-9)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar