Kiat Membentuk Kepribadian Anak | MalangBisnis | Media Partner Bisnis Anda
MalangBisnis.com -  PADA usia balita, anak biasanya sudah mulai memunculkan kepribadian asli dalam dirinya. Pada masa ini peran orangtua penting dalam memberikan arahan dan bimbingan yang tepat agar buah hati tumbuh dengan kepribadian baik.

Semua orangtua tentu ingin melihat anak-anaknya tumbuh sehat, cerdas, dan berkepribadian baik. Dengan begitu, si buah hati akan sukses dalam segala hal dalam kehidupannya kelak. Namun, banyak orangtua yang sering kali menunjukkan ekspektasi, bahkan ambisi yang berlebihan dalam mendidik anak yang justru bisa menimbulkan masalah bagi proses pembentukan kepribadiannya.

Padahal, anak-anak adalah petualang dan pembelajar sejati yang penuh kejujuran dalam merealisasikan pikiran dan mengekspresikan perasaannya. Dalam prosesnya, kepribadian terbentuk berdasarkan hasil meniru, baik di lingkungan keluarga maupun dari luar. Akan tetapi, faktor internal dalam keluarga dalam membentuk kepribadian, juga membangun kecerdasannya memiliki porsi lebih besar.

Misalnya, penyaluran kasih sayang, perhatian, pola asuh, didikan, dan metode pendekatan dari orangtua. Di samping itu, Anda juga harus menyadari dan memahami adanya faktor alami seperti bakat dan dorongan minatnya. Karena itu, dalam upaya membentuk kepribadian dan mendidik anak, serta mengantarkannya menuju kesuksesan, ada beberapa hal yang harus benar-benar dipahami orangtua.

Orangtua mungkin menyadari adanya kepribadian unik anak saat bulan-bulan pertama kehidupannya. Namun, sejatinya pada anak usia 3 sampai 5 tahun, kepribadiannya masih bisa berkembang dan berubah. Pada saat itulah biasanya orangtua dapat mulai menanamkan sikap dan norma kehidupan yang menunjang pembentukan kepribadiannya pada masa mendatang.

”Pada usia 3 hingga 5 tahun, kepribadian anak-anak berkembang pesat di segala jenis bagian. Sebagai contoh, mereka menjadi lebih nyaman dengan mengekspresikan diri dengan kata-kata,” sebut Kirby Deater-Deckard PhD, profesor psikologi di Virginia Polytechnic Institute dan State University, Amerika Serikat, yang juga penulis buku Parenting Stress.

Selama tahun-tahun tersebut, anak-anak prasekolah tersebut juga mendapatkan kontrol diri yang besar. Mereka tidak lagi mengandalkan dirinya kepada Anda dan orang lain, dan lebih pada diri mereka sendiri. Mereka belajar bagaimana untuk menenangkan diri mereka ketika merasa senang, takut, atau marah. Dan, menjadi lebih perhatian dan kurang reaktif secara emosional.

Anak balita juga sudah mulai membangun kepercayaan diri. ”Dan, mereka mendapatkan banyak pengalaman dalam proses belajar, bagaimana cara memperlakukan orang lain,” ujar Deater- Deckard seperti dikutip dalam laman Webmd.com. Pada usia 5 tahun anak-anak biasanya mulai menunjukkan perhatian lebih untuk ayah dan ibu, yang akhirnya berujung pada pemahaman bahwa dirinya ternyata memiliki kebutuhan dan perasaan juga.

Mereka juga akan lebih mudah menunjukkan kasih sayang, mengembangkan khayalan tentang hidup, dan mungkin mulai memperhatikan bedanya antara sifat yang menuntut dan yang kooperatif. Pada saat ini orang tua dapat membantu anak untuk membantu mengembangkan kepribadian si kecil meskipun kepribadian anak sebenarnya akan berkembang secara alami sendiri.

Pertama, ingatlah bahwa anak Anda adalah unik. ”Setiap anak memiliki cara sendiri yang berbeda dalam mengembangkan kepribadian mereka,” kata Deater- Deckard. Bahkan, termasuk saudara kandung sekalipun. ”Pada akhirnya, pengembangan kepribadian yang sehat dipupuk oleh orangtua yang sensitif dan responsif terhadap kekuatan individu dan kebutuhan anak,” lanjutnya.

Lalu, doronglah anak untuk selalu bermain karena hal ini akan berpengaruh besar pada perkembangan anak. ”Memberikan waktu untuk bermain pada anak adalah kunci untuk membantu mengembangkan kepribadian anak Anda,” kata seorang dokter anak, Tanya R Altmann MD, penulis buku “Mommy Calls: Dr.Tanya Answers Parents, Top 101 Questions About Babies and Toddlers”.

Bermain dapat membantu anak-anak berkembang secara fisik, mental, dan emosional, juga mengajarkannya untuk bekerja dalam sebuah kelompok, menyelesaikan konflik, mengembangkan imajinasi, dan mencoba peran yang berbeda. Ketika anak-anak bermain, mereka akan mempraktikkan proses pengambilan keputusan, belajar untuk berdiri sendiri, menciptakan dan mengeksplorasi sesuatu serta memimpin.

Orangtua harus menghindari pelabelan anak. Anda pasti ingin kepribadian anak berkembang sendiri tanpa dibentuk oleh pandangan Anda (atau orang lain). Jadi, hindari pelabelan anak dengan menyebutnya dengan kata-kata seperti pemalu, bossyatau tangguh. Setelah memberi contoh, sadarilah bahwa kepribadian anak itu ada yang alami dan belajar. ”Keduanya, sifat alami dan pola asuh, berperan penting untuk menciptakan keragaman kepribadian anakanak (dan juga orang dewasa),” tutur Deater-Deckard.

Adapun yang terakhir, biarkan anak Anda menjadi dirinya sendiri, bukan gambaran sifat dari Anda. Mungkin kepribadian Anda sangat supel, fokus, tenang atau pemalu. Sebenarnya, ada banyak cara untuk membantu mengambangkan dan menumbuhkan kepribadian anak. Altmann melihat dengan kegiatan membaca untuk anak prasekolah seperti anak Anda, bisa menjadi kunci penting. Dia juga menganjurkan untuk membatasi waktu menonton televisi. Pakar perkembangan anak lain merekomendasikan agar orangtua tetap mendukung kepentingan anak dengan memperluas pengalaman mereka.

Membantu mengembangkan kepribadian anak Anda mungkin bagus untuk membuatnya unik sebagai individu. Namun, haruskah orangtua mencoba mengubah kepribadian seorang anak? Anda seharusnya membiarkan anak pada masa prasekolah menjadi diri mereka sendiri dan masih mendorong mereka untuk mencoba hal-hal baru yang sebenarnya tidak baik dilakukan sampai kepribadian asli mereka mulai muncul.(MB-8)

Sumber : http://kompas.com/


Dilihat sebanyak :
Lihat Artikel Lainnya
Lihat Informasi & Promosi Bisnis
Follow Twitter @MalangBisnisCom







Baca MalangBisnis.com dari mana aja, tersedia versi mobile (otomatis), Buka dari HP mu...




1 komentar:

Putri & Dedi Busana mengatakan...

Dunia anak adalah dunia bermain, klo perlu PR nya kita yang buatin
dikutip dari dokter anak saya Mbak ...

Posting Komentar