Menjadikan Musik Sebagai Penyeimbang Hidup | MalangBisnis | Media Partner Bisnis Anda
MALANG-BISNIS.com - Bagi sebagian orang, musik adalah sumber inspirasi hidup. Itu pula yang dialami drg Wiana R Maengkom, Direktur Rumah Sakit Balikpapan Husada. Ia mengaku, irama musik menjadi penyeimbang hidup dari segala kepenatan dunia. Musik juga bisa memotivitasi dirinya dalam menjalani aktivitas sehari-hari.

DUNIA kedokteran adalah harapan kedua orang tua Wiana. Hingga kemudian wanita berdarah Manado yang baru enam tahun berada di Balikpapan ini jatuh cinta pada kedokteran gigi. Menurut pengakuan Wiana, selain kedokteran, kedua orang tuanya juga menerapkan disiplin yang kuat pada musik.


“Orang tua saya keras mendidik anak-anaknya dengan musik. Mereka tidak ingin mind set anak-anaknya hanya dipenuhi dengan ilmu ilmiah saja. Menurut mereka, musik bisa membuat hidup lebih seimbang,” kenang Wiana.

Hingga Wiana dewasa, musik adalah bagian yang tak terpisahkan dalam hidupnya. Bahkan, jauh sebelum ia menggeluti dunia kedokteran gigi, Wiana telah lebih dulu bermusik. Menurut Wiana, musik adalah satu-satunya kegiatan yang bisa menghibur dan memberinya inspirasi dalam bekerja dan mengurus tiga anaknya.

“Saya main musik sejak TK hingga sekarang. Alat musik yang sering saya mainkan adalah piano, gitar dan keyboard,” sebutnya.

Untuk musik, Wiana memiliki waktu sendiri. Waktu khusus bermusik itu ia luangkan minimal sebulan sekali atau disela-sela waktu senggangnya, termasuk ketika ia merasa lelah saat bekerja.

“Kalau sudah bermusik, saya bisa lupa segalanya. Termasuk lupa anak, pekerjaan dan status. Karena bermain musik bisa membuat saya menjadi lebih rileks,” katanya lantas tertawa.

Saat ini ada satu keinginan Wiana yang hingga sekarang belum terwujud. Yakni, ia ingin menciptakan mars khusus RSBH. “Sebelum pindah kesini, saya juga telah membuat mars-mars di rumah sakit tempat saya bekerja dulu. Khusus RSBH, saya juga ingin membuatkannya. Tunggu saja tanggal mainnya nanti,” tambahnya.

Manakah yang lebih dicintainya antara musik dan profesi ini? Wiana mengaku kesulitan jika dihadapkan pada dua pilihan ini. “Dua-duanya saya suka dan saya tidak bisa memilih,” katanya.

Bagi Wiana, jauh dari suami dan anak-anaknya tak lantas membuat dirinya patah semangat. Justru sebaliknya, Wiana semakin terpacu untuk memotivasi karyawannya agar terus maju dalam berpikir dan bekerja. “Jauh dari keluarga membuat saya lebih terpacu dan bersemangat untuk terus bekerja. Paling tidak, apa yang saya lakukan ini ada hasilnya dan tidak sia-sia. Suami serta anak-anak saya sudah mengerti akan kondisi ini,” kata wanita yang menetap di Yogyakarta ini.(MB-2)
***

Tidak ada komentar:

Posting Komentar