Dukung Habis-Habisan TIMNAS INDONESIA...!!! | MalangBisnis | Media Partner Bisnis Anda
MALANG-BISNIS.com - Masih ada empat pertandingan yang harus dimainkan tim nasional Indonesia untuk menjadi juara Piala AFF 2010. Pertandingan-pertandingan yang berat sudah menanti.

"Saya sudah bilang kepada para pemain untuk melupakan hasil di masa lalu. Filipina kini tim baru dan kuat," tegas pelatih tim nasional Indonesia, Alfred Riedl jelang laga semifinal melawan Filipina, 16 & 19 Desember 2010.

Riedl benar. Indonesia memang membantai Malaysia 5-1, melibas Laos 6-0 dan melewati Thailand 2-1 di penyisihan Grup A. Hasil yang mengangkat kembali euforia pecinta sepakbola Tanah Air.

Paling fenomenal, Indonesia juga pernah menyikat Filipina 13-1 di Piala AFF 2002. Tapi, sejarah itu tak berarti apa-apa jika Indonesia lengah di semifinal Piala AFF 2010 melawan Filipina.

"Tim yang lolos ke semifinal adalah tim yang kuat. Begitu juga Filipina. Mereka tak pernah kalah di penyisihan grup, mengalahkan juara bertahan Vietnam, dan hanya kemasukan 1 gol," tegas Riedl.

Juru taktik asal Austria ini terkesan hati-hati. Tapi, justru inilah kunci sukses Riedl selama ini. Pria 61 tahun ini seringkali tak bereaksi apa-apa di bangku cadangan melihat Indonesia 'pesta gol' di penyisihan grup. Ia tetap duduk dan menempelkan dua jari tangannya di mulutnya yang terkatup.

Ya, Riedl adalah seorang yang pragmatis. Riedl bersama asistennya yang juga berasal dari Austria, Wolfgang Pikal terus mempelajari detail demi detail kekuatan tim nasional Filipina.

Tak ada keyakinan yang diletupkan sampai peluit panjang wasit dibunyikan menandai kemenangan atau kekalahan pasukannya. Apalagi, semifinal mementaskan dua laga. Jika lolos ke final pun harus diselesaikan dengan dua laga. Sebuah perjalanan panjang ke tangga juara.

Perbandingan Kekuatan

Kekuatan Filipina kini terbilang misterius. Ada 9 'pemain asing'. Mereka dipanggil oleh Federasi Sepakbola Filipina (PFF) sejak tahun lalu dari belahan dunia.

Dari Inggris, Islandia hingga Amerika, mereka mau pulang dan kembali memperkuat negaranya. Tentu, dengan imbalan tertentu selain rasa nasionalisme.

Di bawah mistar gawang, tangkapan Neil Etheridge terbilang lengket. Ia juga punya postur ideal dengan tinggi 191 cm.

Menarik untuk membandingkan Neil dengan kiper Indonesia, Markus Horison. Dan di sini, Markus sedikit unggul dari sisi pengalaman. Dari level klub, Liga Indonesia, sampai Piala Asia pernah dilakoni Markus.

Di lini belakang, Filipina dikawal palang pintu jangkung. Kapten berpengalaman Alexander Borromeo bertinggi 188 cm, Rob Gier (178 cm) dan Anton del Rosario (180 cm) tampaknya akan unggul bola-bola atas.

Striker oportunis Indonesia, Christian 'El Loco' Gonzales harus benar-benar fit jika ingin memenangi duel mereka. El Loco yang disebut-sebut punya fisik bagus harus memforsir kecepatan dan memanfaatkan umpan-umpan bola-bola bawah dari para gelandang atau sayap pasukan Garuda.

Di tengah, inilah jantung kekuatan Filipina dan Indonesia. James Younghusband, Jason de Jong dan Christopher Greatwich menjadi aktor serangan balik cepat The Azkals.

Mereka ditunjang striker yang juga adik James, Phil Younghusband dan Ian Araneta. Permutasi gerakan gelandang-striker ini biasanya cepat.

"Kita harus mewaspadai kakak-adik James Younghusband (gelandang) dan Phil Younghusband (striker). Tanpa dukungan lini tengah, mereka tetap mampu melakukan counter attack," ujar Sutan Harharah, Direktur Teknik PSSI yang ditugasi menjadi 'mata-mata' Filipina saat melawan Myanmar di laga terakhir penyisihan Grup B di Vietnam.

Tim Merah Putih harus memenangkan lini vital ini jika ingin mengatasi Filipina. Duet gelandang pekerja Firman Utina dan Ahmad Bustomi rasanya bisa menjadi perebut bola andal, pematah serangan dan kreator ulung.

Yang harus diwaspadai Indonesia yakni ketika Filipina bermain negatif atau super-defensif. Di penyisihan grup, The Azkals sangat disiplin menjaga pertahanan dan mengandalkan serangan balik.

Kesabaran sangat dibutuhkan Tim Merah Putih untuk membongkar pertahanan Filipina. Juga kecermatan untuk mementahkan serangan balik cepat Filipina.

Dua sayap cepat Indonesia, Muhamad Ridwan atau Arif Suyono di kanan maupun Oktovianus Maniani di kiri dituntut ikut membantu pertahanan jika Filipina melakukan serangan balik. Semua pemain Indonesia dituntut waspada, meski tak mengendurkan tekanan kepada lawan.

Dalam laga ketat dan menentukan seperti ini, pengalaman serta jam terbang pemain sangat diperlukan. Di sinilah, Alfred Riedl tampaknya akan memasang Bambang Pamungkas di lini depan sejak awal. BP akan berduet dengan 'El Loco' Gonzales yang juga sarat pengalaman.
Untuk sementara, striker anyar nan prominen Irfan Haarys Bachdim bisa disimpan menjadi senjata rahasia. Atau jika Irfan menjaid starter, BP akan menggantikannya saat dibutuhkan.

Sisi Nonteknis
Indonesia sebenarnya punya keunggulan nonteknis yang bisa dimaksimalkan saat melawan Filipina. Dukungan minimal 80 ribu penonton diharapkan mampu memberikan teror kepada 'anak-anak muda' Filipina.

"Sebuah keputusan yang sulit ketika kami harus bermain di kandang Indonesia dengan pendukungnya yang sangat banyak. Belum ada satu pun pemain kami yang tampil di hadapan 80 ribu penonton," kata pelatih Filipina, Simon McMenemy dalam jumpa pers pra-pertandingan.

Suporter akan menjadi pemain ke-12 bagi pasukan Merah Putih. Jangan sampai euforia suporter justru menjadikan beban berlebih bagi pasukan Merah Putih. Apalagi, Indonesia akan menjadi tuan rumah dalam dua pertandingan semifinal.

Pasukan Merah Putih telah mengenal setiap jengkal Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan. Ini harus dimanfaatkan benar-benar.

Memandang enteng lawan dan tak fokus pada pertandingan juga bisa menjadi bumerang. Jangan sampai Garuda ternoda di kandang. Ini kandang kita!


PREDIKSI SUSUNAN PEMAIN
FILIPINA (4-4-2):
Neil Etheridge; Anton del Rosario, Robert Gier, Alexander Borromeo, Ray Anthony Jonsson; Emelio Caligdong, Chris Greatwich, Jason de Jong, James Younghusband; Ian Araneta, Phil Younghusband

INDONESIA (4-4-2): Markus Horison; Zulkifli Syukur, Maman Abdulrahman, Hamka Hamzah, Muhamad Nasuha; Muhamad Ridwan, Firman Utina, Ahmad Bustomi, Oktovianus Maniani; Christian Gonzales, Bambang Pamungkas. (MB-23)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar