Kiat Menaikkan Harga Tanpa Kehilangan Pelanggan | MalangBisnis | Media Partner Bisnis Anda
MALANG-BISNIS.com - Ada beberapa alasan mengapa seorang pemilik usaha ingin meningkatkan harga produknya. Yang pertama, pastilah karena ingin mendapatkan keuntungan yang lebih besar. Yang kedua, karena Anda merasa produk Anda sudah cukup dikenal sehingga merasa sudah waktunya naik harga. Yang lain mungkin disebabkan oleh faktor eksternal seperti kenaikan harga bahan baku.


Masalahnya, alasan-alasan di balik kenaikan harga barang Anda tak selalu dapat dipahami oleh konsumen. Anda sebagai pemilik usaha lah yang harus kreatif saat menentukan harga barang, dan bereksperimen dengan berbagai poin harga yang berbeda dari yang mulanya mereka pikirkan. Tiga cara berikut mungkin bisa Anda pertimbangkan bila Anda ingin memberi label harga yang lebih tinggi pada produk atau layanan Anda.

1. Ubah segmen pasar Anda. Siapa yang akan membeli produk Anda adalah faktor penting saat menentukan harga. Orang yang berbeda akan membeli produk atau layanan yang sama namun dengan harga yang berbeda, dan hal ini kerap disebabkan oleh status mereka. Anda yang memiliki jabatan kelas menengah di kantor mungkin akan lebih memilih membeli sayuran di supermarket ketimbang di tukang sayur yang lewat di depan rumah.

Faktor lainnya yang menentukan harga adalah tahapan dalam hidup. Ketika baru mempunyai anak, Anda mungkin selalu membeli barang-barang yang lebih mahal (dengan anggapan bahwa barang-barang itu kualitasnya lebih baik) agar anak mendapatkan yang terbaik. Namun, saat melahirkan anak kedua atau ketiga, Anda sudah lebih berpengalaman sehingga tidak heboh lagi dengan perlengkapan bayi yang termahal.

2. Jadilah leader di bidang Anda. Pengusaha yang dikenal memiliki reputasi yang baik, kondisi keuangan yang stabil, dan menjadi pemimpin pasar, pasti akan menciptakan pelanggan yang setia. Mereka cenderung memilih produk yang trendi dan sering dibicarakan. Saat terjadi kenaikan harga bahan-bahan pokok, sebuah restoran bisa saja tidak menaikkan harga, tetapi memilih mengurangi porsi makanannya atau menggunakan bahan baku dengan kualitas di bawahnya. Tetapi, berkurangnya rasa dan porsi makanan seringkali membuat pelanggan meninggalkan restoran ini. Sebaliknya, mereka akan mengerti bila disodori kenyataan bahwa harga bahan makanan naik, yang menyebabkan harga seporsi makanan pun ikut naik. Kepercayaan mereka pada reputasi Anda menyebabkan mereka tetap loyal.

3. Pindah ke lokasi yang lebih baik. Anda terheran-heran mengapa air minum dalam kemasan yang dijual di restoran mewah atau bandara harganya berkali-kali lipat lebih tinggi daripada yang dijual di minimarket? Padahal, isinya sama saja: air putih. Makanan khas Indonesia yang dijual di ruko, misalnya, tentu akan naik "kelas" ketika Anda hidangkan di restoran fine dining. Rasanya sama, tetapi gengsinya berbeda. Dan, pelanggan yang setia tentu ingin menikmati sensasi berbeda dari hidangan lokal yang tersedia di tempat yang lebih mewah.(MB-8)





Tidak ada komentar:

Posting Komentar