MALANG-BISNIS.COM - Fungsi utamanya memang sebagai tempat memasak. Tapi, dengan desain yang lebih modern dan irit ruang, dapur tak lagi dipandang sebelah mata, sebaliknya ia menjadi jantung sebuah hunian.

Jika dulu dapur selalu diletakkan di area belakang, sekarang mulai banyak yang berani menempatkannya di area tengah atau depan. Bahkan bersebelahan dengan ruang keluarga ataupun ruang tamu. Dapur pun menjadi primadona karena untuk seberani ini, ia tentu telah memoles dirinya.

Untuk hunian yang mempunyai lahan terbatas dan tidak memungkinkan adanya dapur kotor dan bersih, maka dapur harus lebih fungsional, alias bisa mengakomodasi segala kebutuhan di dalamnya. Untuk menghemat space, biasanya dibuat meja breakfast yang menyatu dengan pantry sehingga meja makan formal tak lagi diperlukan.

Memilih Material

Dilihat dari segi kualitas, terdapat berbagai macam bahan yang mempengaruhi harga dapur tersebut. Ini terkait dengan bahan yang digunakan, apakah kayu solid seperti kayu jati, kayu meranti, dll atau kayu olahan, seperti multiplek, blackboard atau MDF (Medium Density Fiberboard).

Untuk kayu solid, alternatif finishing-nya bisa dipilih dari mulai pelitur, melamik, atau duco. Kayu olahan juga bisa di-finishing seperti kayu solid atau memakai pelapis seperti HPL (High pressure Laminate). Sedangkan untuk top table terdapat berbagai macam pilihan seperti keramik, granit, marmer, atau stainless steel. Yang pasti, pilihlah bahan yang bisa tahan terhadap panas dan air.

Alternatif Desain

Untuk desain dapur di lahan terbatas, terdapat beberapa macam tipe yang dipilih, seperti:

Single Line

Menempatkan area memasak dan mencuci dalam satu alur, sehingga hanya ada satu cabinet dapur secara memanjang. Tipe dapur single line ini mempunyai konsep yang fresh dan fashionable. Agar terkesan luas, gunakan warna terang seperti hijau lime.

Double Line

Meski cabinet dapur diletakkan berhadapan, posisi kompor dan sink tidak boleh saling berhadapan agar sirkulasi di dalam dapur tidak terganggu. Sebaliknya, tempatkanlah secara sejajar, sedangkan cabinet di seberangnya bisa digunakan sebagai area saji atau pengolahan.

Letter U atau L

Pertama, space yang ada harus cukup luas. Kedua, perhatikan pola sirkulasi dalam dapur itu sendiri (sama dengan tipe double line). Agar tak terlalu kaku, pada konsep L seperti gambar di atas, gunakan cermin sebagai pengganti keramik di atas cabinet bawah sehingga lebih lapang, lalu, atur lighting sehingga suasana dapur menjadi hangat dan dramatis.

Dramatis dari Lighting

Jangan acuhkan poin pencahayaan pada dapur. Pasalnya, selain untuk penerangan, lighting menambah kesan dramatis.

Pilihlah lampu TL atau downlight yang berwarna kuning dan letakkan di dalam rak yang berpintu kaca, atau di bawah hanging cabinet. Penataan seperti ini membuat bagian top table (tempat mengolah makanan) jelas terlihat dan maksimal.

Perkiraan Biaya

Dengan menggunakan bahan dasar multiplek dengan finishing melamik atau HPL, biaya untuk cabinet atas berkisar antara Rp 1,5 juta/m’ (meter lari: hanya diukur panjangnya). Sementar cabinet bawah kurang lebih Rp 1,6 juta/m’. Namun harga bisa berubah sesuai dengan merek atau patokan harga dari workshop.

Perkiraan untuk top table juga bervariasi sesuai material, harga granit China kurang lebih Rp 600 ribu/m’), granit Itali pada kisaran Rp. 3 juta/m’). Lain lagi dengan bahan sintetis berwarna solid, di pasaran biasanya ditawarkan dengan harganya kurang lebih Rp 1,5 juta/m’.(MB-1)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 

Membuat Web Langsung Jadi ? INDO9.COM