Kenali Pola Makan Sehat Setelah Lebaran | MalangBisnis | Media Partner Bisnis Anda
MALANG-BISNIS.com - USAI libur Lebaran, banyak orang yang bermasalah dengan berat badan. Malah, ada juga yang terserang penyakit kambuhan, seperti diare, lambung, atau influenza. 
Yang lebih parah, kalau lburan membuat penyakit degenaratif, macam hipertensi, asam urat, atau diabetes terdeteksi dalam tubuh Anda. Sudah waktunya kembali ke pola makan sehari-hari.

Kalau saat libur Lebaran, kita biasa memakan makanan berlemak, plus kaya santan dan tinggi kandungan gula, pola makan seperti itu sudah harus segera ditinggalkan. Dr. Frankie Robinson, peneliti dari British Nutrition mengatakan.

"Memang sangat sulit menahan asupan makanan yang Anda inginkan saat makan di luar rumah atau ada pesta perayaan." Pakar gizi, Tuti Sunardi, memberi saran jika kita mengalami kondisi seperti itu.


"Kurangi porsi. Perbanyak sayuran dan buah-buahan. Ikuti juga tren diet para ahli di dunia, menghindari makanan yang berminyak, terlalu manis, mengandung lemak dan karbohidrat tinggi, tapi utamakan protein," jelas Tuti.
Meski niat sudah mantap, tak berarti godaan untuk menerapkan pola makan sehat lenyap dari pandangan. Bahkan akan terasa berat, karena aktivitas kita mulai padat. Banyak hal yang direncanakan, seperti olahraga, makan makanan sehat, luput dari agenda. Selain karena waktu yang terbatas, karena tempat dan ketersediaan makanan sehat tak memadai.
Berikut beberapa hal yang bisa Anda terapkan.

Pahami Faktor yang Memengaruhi Cepat Lambatnya Penurunan Berat Badan
Tiap individu memiliki kecepatan yang berbeda-beda dalam penurunan berat badan. Disebutkan beberapa faktor yang menetukan sukses tidaknya seseorang menurunkan berat badan, antara lain: gaya hidup, level aktivitas fisik, kesehatan dan gen termasuk metabolisme tubuh, tingkatan stres, dan pengalaman berdiet.
Menurut ahli gizi Anne Collins, seseorang hanya boleh menurunkan berat badan kurang dari 20 pon atau sekitar 8,8 kilogram dalam sepekan.

Pilihan Makanan yang Menyehatkan:
- Perbanyak makan buah-buahan, sayur, biji-bijian, susu rendah lemak, dan hindari makanan yang mengandung produk susu.

- Kurangi makanan yang diawetkan, seperti makanan kaleng, daging kering, telur asin. 

- Pilih makanan yang direbus, dikukus atau dipanggang, dibanding makanan yang digoreng. 

- Kurangi garam dan penyedap rasa. 

-Konsumsi sayur dan buah-buahan tinggi serat.

Untuk Mereka yang Banyak Melakukan Aktivitas di Luar Rumah atau Kantor

- Pilih restoran yang banyak menyajikan makanan sehat. "Pilihan yang terbaik adalah restoran Korea atau Jepang. Selain banyak makanan rebus-rebusan,  juga selalu memasukan sayuran dan kombinasi menu," kata Tuti. 

- Saat makan di restoran biasakan minum segelas air putih, sebelum memesan makanan. Ini untuk membuat sensasi rasa kenyang saat menyantap makanan.
- Pilih salad atau buah-buahan sebagai makanan pembuka. 

- Jangan ragu menanyakan kepada pelayan kandungan lemak yang terkandung di dalamnya. Dengan begitu Anda bisa meminta pengurangan porsi. 

- Berbagi porsi dengan teman, jika memang menu yang dipilih cukup besar. 

- Hindari alkohol karena memiliki kandungan 70-75 kalori per ons-nya.

-Jika tak ada menu yang menyertai, hindari kata grande, extra, supreme, jumbo dll, karena identik dengan porsi besar.(MB-23)

***

Tidak ada komentar:

Posting Komentar