Tampilkan postingan dengan label Artikel Piala Dunia 2010. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Artikel Piala Dunia 2010. Tampilkan semua postingan
MALANG-BISNIS.COM - FIFA merilis sepuluh nama pemain yang masuk dalam nominasi pemain terbaik di Piala Dunia 2010, setelah kelompok studi teknis FIFA yang diketuai Jean-Paul Brigger memangkas jumlah pemain yang masuk.
MALANG-BISNIS.COM - Semifinal Piala Dunia 2010 yang mempertemukan Spanyol vs Jerman, Pada Babak I Spanyol memulai pertandingan dengan sedikit perubahandalam susunan pemainnya. Torres yang gagal menunjukkan performa terbaiknya selama piala dunia, digantikan oleh Pedro.

Pertandingan sedikit terganggu dengan adanya seorang penonton yang berhasil memasuki lapangan. Beruntung pihak berwenang segera bisa mengusirnya dari arena permainan.

Spanyol membuka peluang dengan umpan terobosan Pedro kepada Villa di menit enam. Sayang keburu dihalau kiper yang berlari menghampiri bola.

Sepuluh menit berjalan, matador terlihat lebih menguasai jalannya pertandingan. Mereka memegang kendali bola lebih banyak dari Jerman.

Menit 13 sebuah umpan silang dari kiri Iniesta membuka peluang matador. Sayang Puyol menyundul bola sedikit di atas mistar gawang.

Sebuah umpan terobosan lambung Xabi Alonso dari sisi kiri di menit 19 berhasil mencapai Ramos yang berada di sisi kanan barisan depan Spanyol. Namun Tembakan Ramos masih jauh dari target.

Jerman mencoba menjawab lewat sebuah serangan balik yang berujung pada umpan silang dari sayap kiri kepada Klose di menit 22. Klose yang berada di dalam kotak pibnalti tidak mampu berbuat banyak meski berhasil menerima bola karena empat pemain bertahan matador langsung menghadang dan membuang bola.

Menit 29 Xabi Alonso mencoba melakukan tembakan dari jarak jauh. Namun tendangannya masih melebar di sisi kanan gawang tim panser.

Dua menit kemudian Jerman membalas lewat tendangan jarak jauh Piotr Trochowski dari sisi kanan. Sayangnya Casillas masih mampu menepis bola keluar lapangan.

Arah permainan mulai terlihat berubah. Jerman mulai mengimbangi Spanyol dalam hal penguasaan bola.

Pertandingan lebih banyak menyajikan perbutan bola di area tengah lapangan. Kedua tim sepertinya masih belum bisa menembus pertahanan lawan.

Di menit-menit akhir Jerman mendapat peluang saat Oezil menerima umpan terobosan dan membawa bola ke dalam kotak pinalti. Namun sayang dia terjatuh akibat tekanan yang dilakukan Ramos.

Meski demikian wasit tidak memberikan hadiah pinalti kepada tim panser.

Wasit pun menyudahi babak pertama dengan kedudukan masih berimbang bagi kedua tim. Skor masih tetap 0-0

Pada Babak II, Jerman memulai pertandingan sedikit berbeda dengan babak pertama. Mereka kini bermain lebih terbuka dan menekan pertahanan matador.

Namun Spanyol yang lebih dulu membuka peluang di menit 48 lewat aksi Pedro di sayap kanan yang mengecoh dua penjaganya sebelum memberikan umpan kepada Xabi yang berada sedikit diluar kotak pinalti. Sayangnya tendangan Xabi masih melebar di sisi kiri gawang.

Semenit kemudian Xabi kembali melakukan tembakan dari luar kotak pinalti. Kali ini tendangannya melebar ke sisi kanan gawang.

Menit 52 Jerman mencoba merubah gaya permainan dengan melakukan pergantian pemain. Pemain bertahan Jerome Boateng keluar untuk digantikan oleh pemain tengah, Marcell Jansen.

Spanyol terus menekan pertahanan panser dengan serangan bergelombang. Namun mereka tetap belum mampu membobol gawang Jerman.

Matador membuka dua peluang sekaligus pada menit 58. Peluang pertama dilakukan oleh Pedro dengan tembakan kerasnya dari luar kotak pinalti yang masih ditepis kiper.

Bola tepisan bergerak jatuh ke kaki pemain Spanyol. Bola berhasil diteroboskan ke Iniesta yang berlari memasuki sisi kanan gawang.

Iniesta kemudian memberikan umpan silang datar tepat di muka gawang ke arah sebaliknya. Sayang Villa gagal menyambut bola yang sudah menari indah di batas tiang gawang Jerman.

Tim panser kembali melakukan pergantian pemain di menit 62. Toni Kroos masuk menggantikan Trochowski.

Menit 63 sebuah umpan terobosan lambung Xabi dari sisi kiri ke sisi kanan kotak pinalti hampir berbuah gol. Namun Ramos yang berlari menyambut bola gagal memaksimalkan eluang karena telah lebih dulu dijatuhkan oleh Podolski.

Malang bagi Matador, wasit tidak memberi mereka hadiah pinalti atas pelanggaran yang dilakukan Podolski.

Jerman memperoleh peluang emas saat Kroos berada dalam posisi bebas di kotak pinalti pada menit 69. Sayang ia gagal menaklukkan Casillas.

Spanyol akhirnya berhasil membobol gawang jerman di menit 72.

Sebuah umpan dari tendangan sudut oleh Xavi membuka peluang mereka. Puyol yang tidak terkawal langsung menyundul bola ke dalam gawang.

Goollll!!! Spanyol akhirnya memimpin atas tim panser. Kedudukan kini menjadi 1-0 untuk keunggulan anak-anak matador.

Menit 81 kedua tim melakukan pergantian pemain.

Spanyol memasukkan Torres menggantikan Villa. Sementara Jerman Mengganti Khedira dengan Mario Gomez.

Spanyol memperoleh peluang emas di menit 82 saat Pedro melakukan serangan balik cepat terhadap barisan pertahanan Jerman yang hanya tersisa satu orang. Meski memiliki Torres yang siap membantu, Pedro memutuskan untuk membawa bola sendirian.

Hasilnya dia gagal memaksimalkan peluang karena bola keburu dihalau pemain bertahan Jerman.

Jerman terus menekan di sisa pertandingan. Namun mereka tidak mampu menembus pertahanan Matador.

Hingga wasit menutup pertandingan skor masih tetap tidak berubah di 1-0 untuk keunggulan Spanyol. Dengan ini anak matador akan bertemu tim oranye di pertandingan final ajang tertinggi sepak bola di dunia. [MB-21]
**
ARTIKEL LAINNYA DIKATEGORI INI :
- Belanda Melenggang ke final

**
MALANG-BISNIS.COM - Kegemilangan Wesley Sneijder baik di klub maupun timnas membawa berkah. Gelandang Inter Milan ini pun dikabarkan menjadi kandidat kuat peraih Ballon d’Or.

Sepanjang musim lalu Sneijder memang sukses menampilkan performa brilian. Baru semusim gabung dengan Nerazzurri, pemain buangan Real Madrid ini memberikan kontribusi besar dalam sukses Inter meraih treble winners: Coppa Italia, Serie A dan Liga Champions.

Penampilan apik Sneijder ternyata tak hanya sampai di situ. Playmaker 26 tahun ini juga sukses menampilkan performa brilian bersama timnas Belanda. Sneijder menjadi sosok utama dibalik keberhasilan “The Flying Dutchmen” melaju ke semifinal Piala Dunia 2010, usai menyumbang dua gol (satu bunuh diri Felipe Melo) ke gawang Brasil di babak perempat final dengan kemenangan 2-1.

Terakhir ia juga berandil membawa Belanda ke final Piala dunia dengan satu golnya ke gawang Uruguay. Bila mampu memenangkan Piala Dunia bersama Belanda, itu artinya Sneijder bakal menjadi peraih quadruple winner seorang diri.

Sontak performa apik mantan pilar Ajax Amsterdam ini pun mendapat apresiasi khusus dari majalah France Football yang menempatkannya sebagai kandidat kuat peraih Ballon d’Or. Ballon d’Or sendiri merupakan penghargaan yang diberikan France Football kepada pemain terbaik di Benua Biru.

“Gelar Ballon d’Or tahun ini berpeluang besar jatuh ke Wesley Sneijder setelah sukses Inter Milan dan penampilan briliannya bersama timnas Belanda di Piala Dunia, sejauh ini,” papar tim editorial France Football sebagaimana dikutip Tribalfootball.

“Sneijder mungkin bukan pemain terhebat dan terkuat di dunia. Tapi, tahun ini segala yang disentuhnya selalu berubah menjadi emas,” lanjutnya menggambarkan performa brilian Sneijder.

“Tak puas dengan gelar treble bersama Inter, dia kembali bekerja keras di timnas Belanda dan hingga kini ia terus bermain sempurna,” tutup majalah ternama Prancis itu.(MB-23)
 
***
MALANG-BISNIS.COM - Uruguay dan Belanda bertemu di babak semifinal Piala Dunia Afrika Selatan 2010 untuk memperebutkan satu tempat di final. Pertandingan ini berlangsung di Stadion Green Point, Cape Town dan dipimpin oleh wasit asal Usbekiztan, Ravshan Irmatov.

Babak Pertama:
Kedua tim memakai kostum utama mereka. Uruguay mengenakan jersey berwarna biru langit dan Belanda mengenakan warna kebesaran mereka, oranye. Pertandingan baru memasuki menit ke tiga umpan lambung Robben berhasil dimentahkan oleh kiper Uruguay, Nestor Muslera namun bola hasil tepisannya itu menuju kepada Dirk Kuyt. Kuyt pun langsung menyambar bola itu, tapi bola masih tinggi di atas gawang Uruguay.

Belanda terus menyerang pertahanan Uruguay, Kuyt mengirimkan umpan silang dari sebelah kanan pertahanan Albiceleste menuju ke kotak penalti, namun sayang Robben kalah cepat dengan Muslera. Uruguay bukannya tak menyerang sama sekali, namun setiap kali mereka membangun serangan, jebakan offside bek Belanda menghalang alur serangan mereka.

15 menit pertandingan berjalan, namun masih belum ada serangan yang bisa mengancam gawang kedua tim. Giovanni van Bronckhorst mencoba ikut membantu serangan, dia melakukan tendangan berbau spekulasi di menit ke 18. Bola tendangannya menuju ke sisi kiri gawang Muslera dan masuk ke gawang setelah sempat membentur mistar gawang, 1-0 untuk Belanda.

Robben mulai ikut melancarkan penetrasi untuk menambah gol Belanda, tapi aksinya terpaksa dihentikan oleh Maximiliano Pereira di menit 22. Pereira pun mendapatkan kartu kuning atas tekel kerasnya tersebut.

Terjadi insiden kecil saat Martin Caceres akan melakukan tendangan salto ke arah gawang Belanda, Demy de Zeeuw yang mencoba menanduk bola tersebut malah menerima tendangan Caceres tersebut, Zeeuw pun terkapar di tengah lapangan. Sneijder yang tidak terima terhadap aksi Caceres mendorongnya hingga jatuh, akhirnya Caceres dan Sneijder keduanya dihadiahi kartu kuning oleh si pengadil.

Unggul 1-0 tetap tidak mengendurkan serangan Belanda, di menit ke 39 Kuyt menendang ke arah gawang Uruguay, namun tembakannya masih bisa ditangkap kiper Albiceleste tersebut. Uruguay juga tak tinggal diam. Sadar penetrasinya selalu dihentikan pemain Belanda, Forlan mencoba tendangan spekulasi jarak jauh. Tendangan ini tak bisa diantisipasi oleh kiper Belanda, Maarten Stekelenburg bola pun melesat keras ke gawangnya. Gol! Uruguay berhasil menyamakan kedudukan 1-1 untuk Uruguay.

Hingga wasit meniup peluit panjang tanda babak pertama usai kedudukan tetap bertahan 1-1 untuk kedua tim.

Babak Kedua:
Terjadi pergantian pemain dalam babak kedua ini. Rafael van der Vaaart masuk menggantikan Demy de Zeeuw yang menderita cedera setelah insiden di babak pertama tadi. Uruguay langsung mendapat peluang saat 5 menit babak kedua berjalan. Bola pantulan dari Stekelenburg yang mencoba keluar menghadang pemain Uruguay jatuh di dekat Alvaro Pereira, ia menendang ke arah gawang yang sudah ditinggal sang kiper, namun masih ada van Bronckhorst, selamatlah gawang Belanda.

Menit ke 66, Uruguay mendapatkan peluang melalui tendangan bebas yang dilesakkan oleh Forlan. Stekelenburg masih bisa membaca kemana arah bola tersebut, bola pun dengan mudah ia tepis. Belanda langsung tersentak, semenit kemudian mereka menyerang. Van der Vaart mendapatkan peluang, tetapi Muslera masih bisa mengantisipasi tendangan pemain Real Madrid tersebut.

Belanda akhirnya mencetak gol kali ini melalui kaki Sneijder di menit ke 70, tendangan keras mendatarnya membentur kaki pemain belakang Uruguay sehingga mengubah arah bola. Muslera pun tak bisa menggapai bola tersebut.

Unggul 2-1 tak menyurutkan para Meneer untuk menambah gol mereka. Umpan silang terarah Dirk Kuyt disambut tandukan Robben, bola pun meluncur deras ke gawang. Belanda memimpin 3-1.Uruguay dapat memperkecil ketertinggalan mereka di injury time, berawal dari set piece Maxi Pereira berhasil memasukkan bola ke gawang Blanda. 3-2 untuk Belanda dan mereka melenggang ke final. (MB-5)
 
ARTIKEL LAINNYA DIKATEGORI INI :
(03) Arjen Robben Dipastikan Gabung Tim Orange, Pirlo Tak Jadi Pulang
(02) Kemenangan Pertama Piala Dunia 2010
(01) Imbang Di Laga Pembukaan



***

(Malang-Bisnis.com) AMSTERDAM - Penggemar tim Belanda boleh bernapas lega. Sebab, Arjen Robben sudah bisa dipastikan menyusul tim Oranje di Afsel sejak Minggu lalu (6/6). Tim dokter menyatakan bahwa cedera hamstring winger Bayern Munchen itu tidak separah yang diduga sebelumnya.

Pelatih Belanda Bert van Marwijk memutuskan untuk tidak mencari pengganti Robben. ''Saya memanggil dia untuk bergabung dengan tim pekan ini,'' ungkap Marwijk sebagaimana dilansir kantor berita Belanda NOS. ''Saya ingin memberi dia kesempatan di Piala Dunia, meski mungkin tidak bermain penuh. Saya akan selalu memantau kondisinya,'' imbuhnya.

Sebelumnya, Robben mengalami cedera hamstring kala Belanda membantai Hungaria 6-1 pada laga uji coba pada Sabtu malam (5/6). Saat itu, dia tidak sempat diganti lantaran laga hampir selesai. Robben mengaku sangat kesakitan ketika kali pertama mendapat cedera tersebut. Sebab, itu adalah cedera baru.

Namun, setelah di-scan, tidak ada yang berbahaya. Dia juga diprediksi bisa kembali ke lapangan dalam waktu singkat. ''Hanya ada robek kecil di otot hamstring saya. Selama 24 jam pertama, saya mendapat dukungan penuh dari orang-orang terdekat saya dan itu membawa efek penyembuhan yang bagus,'' ungkap Robben kepada Radio Voetbal.

Winger 26 tahun tersebut siap menjalani porsi latihan ekstra agar bisa mencapai kondisi terbaik secepat mungkin. Menurut diagnosis dokter, pemulihan Robben membutuhkan waktu sedikitnya empat pekan. Jika harus menuruti anjuran tersebut, berarti dia baru bisa bermain dalam babak knockout. Tentu saja itu dengan asumsi Belanda mampu lolos dari fase grup.

''Saya tidak mungkin menempuh waktu selama itu. Saya akan menjalani terapi khusus dengan fisioterapis pribadi saya, Dick van Toorn. Terapi itu dimulai besok (hari ini, Red) dan saya akan berjuang keras sampai sembuh,'' tegas Robben.

Di sisi lain, pelatih Italia Marcello Lippi juga tidak memulangkan gelandang serang Andrea Pirlo. Meski sudah menyiapkan Andrea Cossu sebagai pengganti, kubu Gli Azzurri -sebutan Italia- yakin Pirlo bakal sembuh. Setidaknya, itulah yang disampaikan Ketua Federasi Sepak Bola Italia (FIGC) Giancarlo Abete setelah mengunjungi latihan timnas di Sestriere kemarin.

''Kami sangat mengerti arti penting Pirlo buat tim. Dia selalu membuat perbedaan bagi Italia dan dia sangat ingin bermain di turnamen. Pirlo sendiri saat ini sedang berjuang untuk sembuh,'' papar Abete kepada Radio Anchi'o lo Sport.

Pirlo membutuhkan waktu tiga pekan untuk pulih. Lippi sudah siap mental jika gelandang AC Milan itu baru bisa diterjunkan dalam laga terakhir fase grup. (malang-bisnis.com)



Minggu, 13 Juni 2010 
(Malang-Bisnis.com) PORT ELIZABETH – Korea Selatan menjadi tim pertama kontestan putaran Piala Dunia 2010, yang sukses memetik angka penuh di laga perdana, setelah dua laga di Grup A, berakhir imbang. Korsel dengan gemilang mengalahkan wakil Eropa Yunani 2-0.
 
Bertanding di Nelson Mandela Bay Stadium, Sabtu (12/6/2010), salah satu wakil Asia ini memberikan tontonan menarik sejak menit awal babak pertama. Tim Negeri Ginseng ini langsung menekan pertahanan Yunani.
 
Hasilnya, tim besutan Huh Jung-moo ini menggetarkan jala Alexandros Tzorvas di menit tujuh. Gol berawal dari tendangan sudut, yang sukses disambut Lee Jung-soo dengan tendangan first-time kaki kanan.
 
Unggul satu gol tidak membuat Korsel puas. Lee Chung Yong kembali memberikan ancaman ke gawang Yunani di menit 13, kali ini melalui sundulan yang masih terlalu tinggi. Sebuah umpan manis Park Ji-sung kepada Park Chu Young, kembali berujung peluang emas. Sayang bola masih mengenai kaki kiper Tzorvas.
 
Di babak kedua, Korsel masih memegang kendali serangan. Sebaliknya, Yunani hanya sesekali menekan melalui serangan balik. Sebuah kesalahan pemain belakang Yunani Loukas Vyntra di menit 51. Vyntra gagal mengontrol bola, menjadi petaka buat juara Euro 2004 ini.
 
Winger Manchester United, Park Ji-sung, merebut bola dan melewati hadangan Vyntra. Ji-sung yang memiliki kecepatan berlari, dengan tenang menceploskan bola ke gawang Yunani.
 
Top skorer Theofanis Gekas punya peluang emas di menit 67. Striker Hertha Berlin ini melepaskan tendangan akrobatik namun bola masih melambung. Sementara Korsel sudah cukup puas dengan hasil 2-0.
 
Hingga laga usai, tidak ada gol tambahan yang tercipta. Kemenangan ini sekaligus menempatkan Korsel pemuncak klasemen Grup B dengan raihan tiga poin. Sementara Argentina dan Nigeria baru akan melangsungkan laga seusai pertandingan ini, yang disiarkan langsung live oleh RCTI, pukul 21.00 WIB.


Susunan Pemain:
Korea Selatan: 18-Jung Sung-ryong; 22-Cha Du-ri, 12-Lee Young-pyo, 4-Cho Yong-hyung, 14-Lee Jung-soo; 8-Kim Jung-woo, 16-Ki Sung-yong, 7-Park Ji-sung, 17-Lee Chung-yong; 10-Park Chu-young, 19-Yeom Ki-hun.
 
Yunani: 12-Alexandros Tzorvas; 11-Loukas Vyntra, 2-Giourkas Seitaridis, 15-Vassilis Torosidis; 6-Alexandros Tziolis, 8-Avraam Papadopoulos, 10-Giorgos Karagounis, 21-Kostas Katsouranis; 7-Giorgos Samaras, 9-Angelos Haristeas, 17-Fanis Gekas.
(mb-5)

 Sabtu, 12 Juni 2010
 (Malang-Bisnis.com) JOHANNESBURG - Afrika Selatan gagal memenuhi ambisinya meraup hasil penuh pada laga pembuka. Berhadapan dengan Meksiko di pertandingan babak penyisihan Grup A Piala Dunia 2010, mereka hanya sanggup bermain imbang 1-1, Jum’at (11/6/2010).

Pertandingan berjalan cukup sengit sejak awal. Kedua kubu sama-sama tampil ngotot karena ingin mendapatkan modal poin.

Pertandingan baru berjalan tiga menit, Meksiko sudah mampu mengancam gawang Afsel. Sebuah umpan lambung dari sisi kanan mampu dilepaskan Paul Aguilar dan disambar oleh Giovanni Dos Santos, untungnya masih bisa diantispasi kiper Itumeleng Khune.

Ancaman serius kedua dari El Tri datang pada menit ke-19. Dos Santos melakukan solo run dari tengah lapangan dan ketika mendekati kotak penalt, pemain Tottenham Hotspur itu melepaskan tendangan keras, sialnya masih melebar di tepi gawang.

Khune kembali menunjukan kegemilangannya pada menit ke-31. Dia kali ini  menghalau sodoran Guillermo Franco memanfaatkan umpan manis Carlos Vela.

Meksiko sebenarnya berhasil menjebol gawang tuan rumah pada menit ke-38 lewat kaki Vela. Sayang itu dianulir karena wasit menganggap bintang muda Arsenal itu terlebih dahulu berada dalam posisi off-side. Hasil imbang tanpa gol pun bertahan hingga turun minum.

Tertekan di babak pertama Afsel mencoba bangkit pada paruh waktu kedua. Terbukti pada menit ke-55 Siphiwe Tshabalala yang mendapat umpan manis dari tengah lapangan menceploskan bola ke gawang Oscar Perez. 1-0 Afsel unggul.

Gol itu jelas menghentak para pemain Meksiko. Mereka kemudian meningkatkan determinasi serangan.

Perjuangan Mesiko sendiri baru terbayar pada menit ke-79. Rafael Marquez yang menerima bola di dalam kotak penalti dengan tenang menundukan Khune.

Jelang pertandingan berakhir tim Bafana Bafana nyaris mencetak gol kemenangan. Nahas sepakan Katlego Mphela hanya membentur tiang gawang.

Laga perdana perhelatan Piala Dunai 2010 ini terpaksa disudahi dengan hasil imbang 1-1 dan kedua tim harus rela berbagi angka. (mb-9)
***
 

Membuat Web Langsung Jadi ? INDO9.COM